Sabtu, 03 Oktober 2009
Memori Hp Jadul
Lia (aku) deg-degan waktu nunggu pengumuman ppd 2007/2008. Waktu itu aku butuh banget Hp. Hp aku waktu itu hp nokia yang ada antenanya. Setiap kali di pake smsan musti dan harus di cas. Sebenernya sich aku nggak sabar. Ya gimana lagi, Keadaan. Huhum, lama-lama minder juga ya pake hp jadul. Waktu itu ibu ku beli’in aku kartu perdana M3. Kebetulan nomor ku ini hampir sama, sama orang yang aku suka sekarang. Kalau punya aku 0856xxxxx889 trus punya dia 0856xxxxx887. pertama dia sms aku waktu masuk pertama sekolah. Awalnya aku bingung siapa orang ni? Aku sms balik, tapi dia nggak bales. Trus aku minta tolong sama sodaraku, aku suruh dya sms ke no orang itu. Katanya namanya isan. Waktu aku sms dia, dia bales smsku.”Nama kamu sp sich?”dia tanya ke aku gitu. Aku langsung bales”nama aku lia”. Trus dya bilang ke aku kalo kita pernah chatingan. ku baru inget kalo kita pernah chatingan waktu dia bilang itu. Aku waktu itu chatingan pake hp aku yang jadul itu.
Setelah itu kita saling tanya sekolah. Aku jawab di SMP permata jaya. Dya juga anak smp permata jaya, aku kaget. Ternyata dia itu kakak kelas ku. Dya anak 9b, kalo aku anak 7d. aku mulai penasaran siapa sich dya sebenarnya. Setahu aku anak 9b tu nggak ada yang namanya isan.
Beberapa bulan berlalu. Aku baru nyadar kalo dia itu setiap hari ada di hadapanku. Dia suka nongkrong di depan kelasnya, kadang dia naik ke kelas 7 sama genk-genknya. Kalo ke koprasi, pasti dia di sebelahku. Ya aku seneng banget bisa kenal sama dia. Bagi aku, dia itu nggak ganteng sich, tapi manis.
Mulai dari situ aku sering banget liatin dia, liat tingkahnya. Awalnya aku suka dia dari sms dia yang nggunakkan bahasa romantis, walaupun aku belum tahu sosok dia. Tapi aku ngrasa cintaku ini beda banget. Coz setiap aku smsan sama dia aku ngak pernah ada rasa marah.
Memang sich dia sebentar lagi mau lulus. Tapi aku nggak bisa nglupain dia. Setiap kali aku inget dia aku ngelampiasinnya dengan nulis puisi. Itu aku lakuin karna semenjak aku tahu dia n dia nggak pernah bales sms ku lagi.
Sewaktu tryout dya nempatin di kelasku. Aku tahu itu waktu aku liat ada foto dia di kelas ku. Sehabis tryout. Kira-kira istirahat dia dateng kekelasku, aku nggak tahu apa yang dia lakuin. Aku udah berusaha supaya dia nggak ngenali aku, tapi nihil. Kita pun saling pandang.
Sehabis istirahat pertama, aku buka lemari kelas. Tiba-tiba LKS seni rupa jatuh. Aku ambil LKS itu, ada namanya isan kelas 8c. aku langsung mikir isan anak 9b. Sepulang sekolah aku langsung sms dia, aku tanya “kamu dulu anak 8 apa?”
“aku dulu anak 8c. kenapa tow?”
“ow..nggak kok nggak papa. Thx”
*****Keesokan harinya*****
Seperti biasa setiap hari aku s’lalu ngeliatin dia. Dia sich nggak sadar kalo aku ngliati dia. Tapi lama-lama dia tau juga sich. Dia sekarang nggak pernah nongkrong di depan kelas, tapi dia nonggkrongnya di kelas 9d, yaitu kelasnya tepat di bawah kelasku.
Setelah itu, waktu di kelasku ada jam kosong, dya pergi ke kantin belakang kelasku. Aku tiba-tiba manggil dia lewat jendela belakang. Dya nengok ke arahku, tapii aku langsung tanggap n aku langsung sembunyi. Temenku yang namanya Nana tahu kalo aku manggil isan. Sialnya lagi, nana manggil juga n dya bilang “isan…dicari Tissa” sambil tangannya di lambaikan ke atas. Sumpah aku malu banget.
Waktu sesudah ujian negara, kelas 9 nggak ada pelajaran. Aku coba sms dia, n dia bales. Aku sempat berbuat hal yang gila. Aku cerita kalo ada temen aku yang suka sama dia. Namanya A belakangnya A hurufnya 10. padahal yang aku maksud itu diri aku sendiri. Tapi dia nggak tahu nama aku yang sebenernya. Trus aku bilang lagi, kalo temenku bikin puisi waktu dia liat kamu lagi ngegoncengin seorang cew. Aku tawari puisinya. “mau dumz” jawab dia waktu aku tawarin puisi yang aku maksud.
Padahal kisah yang aslinya aku lihat dia di kantin waktu dia lagi pelukan sama SAHABAT aku sendiri. Padahal sahabat aku tau kalo aku suka sama dia. Aku nggak tahu kenapa sich sobat aku bisa jahatnya seperti itu? Oh ya,, mau tahu nggak puisi yang waktu aku lihat dia lagi pelukan sama sobat qw. Ini puisi pertama kali yang aku bikin buat dia.
Dalam kabut ku melihat
Dalam hati ku berkata
Dalam mimpi ku berkhayal
Tentang dirimu
Namun,,
Kini kau hanyut dalam mimpi n hati ku
Kini tak ada lagi bayangmu
Kini tak ada lagi critamu
Dulu,,
Kau adalah asaku
Asa yang mungkin tak pernah kulupakan
Dulu,,
Kau ajari aku Arti Cinta dan Arti Cinta Yang Tertunda
Puisi itu aku kirim ke dia lewat sms. Trus respon dia “sungguh menyentuh hatiku”. Kata-kata yang nggak bakal aku lupain. Aku coba terus terang kalo aku yang suka sama dia, tapi smsku nggak bisa masuk. Setelah itu pendaftaran sma. Aku tanya ke dia “masuk mana?” dya jawab “di sma harapan cahaya, makasih ea udah doain qwh”. Semenjak itu aku nggak pernah denger tentang dia, smsan sama dia, apalagi ketemu dia.
Liburan sekolah udah tiba. Selama liburan, aku di Jawa Timur. Selama liburan itu aku baru merasakan refresing, ngaak mikirin cowok pokoknya happy lah. Waktu aku di rumah kakak keponakanku(yang nanyain nama isan untuk aku), mbak aku tanya:
“Dek masih smsan sama isan?”
“sekarang udah nggak owk mb”
“lha napa?”
“dia nggak bales sms kuwh.”
Abis itu mb aku cerita katanya sehabis mbak aku kenal ma frisanto, mereka saling mxitan. Tapi cuma sebentar. Aku tanya ke mb aku, tentang dia. Tapi katanya, dia udah lupa karna udah lama banget.
Trus aku balik ke Semarang, kota yang hot bangetttt. Aku beli nomor XL. Yach nomor itu Cuma buat isen-iseng aja sich. Aku sms frisanto. Eh dia bales. Malahan dia sempat telpon aku 2x. Tapi karna aku nggak punya nyali, aku nggak jawab telpon itu. Padahal aku cuma kirim dia empat puisi yang aku bikin buat dia.
Aku tanya-tanya ke diya. Yach kira-kira tiga hari aku smsan sama dia. Saat itu perasaan aku nggak karuan. Aku cerita ke sahabatku kalo aku udah berhubungan lagi sama isan. Kamu tahu apa yang dia katakan waktu hari ketiga?. Aku minta pendapatnya tentang sms yang aku bikin.
“Ya.. bagus kok. Tapi Cuma hari ini aja kamu bisa smsan sama aku. Ada yang mau di tanyakan lagi?”kalimat terakhir yang dia kirim ke aku.
Sayang, aku udah tidur waktu ia sms aku itu.
Pada akhirnya hari Rabu aku bertemu isan, aku memandang dia dan dia juga memandang balik aku. Aku nggak tahu, dia kenal aku atau nggak. Saat itu dia lagi kumpul sama genknya, sedangkan aku hanya duduk didalam bus untuk pulang ke rumah. Saat itu pun dalam hati, aku berkata:
“Aku tetap menyayangi kamu sampai kapan pun”
Hari itulah hari terakhirku bertemu dia. Sampai sekarang, aku belum bertemu dia lagi.Mungkin kalau aku nggak pakai hp jadul and nomor ku itu, aku nggak bakalan kenal dia n aku nggak pernah merasakan sakit hati. Sampai sekarang nomor aku, slalu aku jaga supaya nggak terblokir. Tapi Hpnya udah aku kasih ke sodara aku.
Hufffffffffttttttttttttt, cukup sampai di sini….
Langganan:
Komentar (Atom)