Sabtu, 26 September 2009

Untukk Diia

Ku peluk erat sang bintang

Ku pandang dengan tetesan air mataku

Di hati ini aku terjatuh

Di sambut rasa lara yang menusuk

Kau bangkitkan aku dengan hatimu

Kau genggam tangan yang lemah ini

Kau surya yang mengawalku

Mengawal dalam hatiku

Namun,,

Kini tinggallah tetesan embun

Yach…tetesan embun yang datang dan pergi

Rindu ini t’lah sampai titik penghabisan

Tidakkah kau ingin melihatnya?

Rindu ini t’lah melebur menjdi satu

Rasa ini t’lah bersinar redup

Dan, setiap cinta yang mengalir di hembusan nafasku

Aku masih menunggumu

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tinggalkan komentarmu :-)